| HOME |-------------------------------------------------| DUNIA GUE |-------------------------------------------------| OPINI SAYA |-------------------------------------------------| ARTIKEL |
.
.
.
.

Monday, December 21, 2009

Untitled

Ini adalah hari kedua saya memandangi layar putih dengan kursor berkedip-kedip di dalamnya. Menatap sebuah kolom New Blog Post tetapi tidak tahu harus menulis apa dan harus memulai dari mana. Otak saya kelihatannya sedang membeku dua hari belakangan. Bahkan mungkin ia telah berkompromi dengan jantung saya yang mulai cepat degupnya agar memberi sensasi yang kurang dapat saya pahami di dalam tubuh saya ini. Entahlah. Masih terekam jelas dalam ingatan saya bagaimana bau rumput di samping danau waktu itu. Masih membekas jelas di tempurung kepala saya bagaimana lembutnya angin pagi itu. Dan masih terasa sampai saat ini bagaimana kacaunya perasaan saya kala itu. Sebut sajalah saya terlalu lebay atau semacamnya. Karena memang otak saya sedang tidak dalam kesadaran penuh saat saya menulis kata-kata ini. Karena memang demikian keadaannya saat akal saya terlalu banyak mendapat pengaruh hormon yang memabukkan. Karena memang beginilah adanya, ketika anak manusia sedang jatuh cinta. [A Thousand Candles Lighted – Endah n Resha playing in backsound]



Depok - 20 Desember 2009

Minggu pagi yang berawan dengan intensitas sinar matahari yang cukup dan aktivitas orang-orang yang ramai di halaman hijau terbuka kampus ini. Saya tengah duduk bermenit-menit di sebuah tempat duduk beton panjang samping Balairung sampai dia akhirnya datang dengan setelan menarik dan rambut diikat asal. Pun saya tidak mengerti bagaimana saya kemudian tersenyum melihat wajahnya yang berpeluh-peluh kelelahan menenteng tas laptop. Yang saya tau, dia sangat cantik hari ini.

Dia menepati janjinya dengan manis untuk memberikan saya hadiah ulang tahun yang terlambat ketika memungut sebuah bungkusan dengan kertas kado bercorak lucu dari dalam tasnya lalu menyodorkannya di depan muka saya. Lalu menyusul sepotong cake mini dengan banyak taburan cokelat serut, krim gula, dan potongan ceri di topingnya dia keluarkan. Saya membuka bungkusan kertas kado dan mendapati sebuah jam tangan lucu di dalamnya lengkap dengan gulungan-gulungan kertas berisi tulisan tangannya. Dia menarik dengan segala kejutan-kejutan kecilnya, saya selalu suka semua tentang dia.

Kami beranjak duduk beralas rumput dingin di samping danau, mulai mencomot krim gula di cake cokelat, lalu sedetik kemudian saling serang mengoleskan krim-krim gula di pipi kami sambil tertawa lebar-lebar. Kami bergantian menyendok bekal nasi ayam yang dia bawa. Kami bertukar cerita. Kami tergelak tertawa bersama. Kami terdiam beberapa saat. Kami bercerita lagi. Kami tertawa lagi. Diam lagi. Lalu kami tersadar saling bertatap pandang beberapa detik.
Dia menarik dengan segala apa yang ada pada dirinya, dan saya selalu suka semua tentang dia.

Ketika hari mulai beranjak dan hangat berubah panas, kami memilih duduk di undakan di bawah pohon-pohon rindang berdaun kekuningan. Mulai banyak bicara tentang hari ini dan hari esok. Tentang hari-hari saat nanti jarak menjadi sangat jauh terbentang, saat nanti kesibukan mulai banyak mendera, dan nanti saat waktu-waktu duduk bersama semakin jarang terulang. Kami mulai banyak diam. Perasaan berubah dari gelak tawa menjadi rindu yang tidak tertahan. Pun saat ujung matanya mulai berair, saya masih tetap melihatnya sangat cantik hari ini.

Petang cepat terbentang. Kami sepakat untuk membatalkan jadwal nonton. Kami hanya berfikir duduk bersama di bawah pohon-pohon rindang berdaun kekuningan tidak dapat digantikan oleh bagaimanapun luar biasanya Avatar apalagi Sang Pemimpi. Sebuah resto pizza di sebuah pusat perbelanjaan menjadi pilihan kami saat waktu makan malam mulai tiba. Kami menyendok salad dengan mayones banyak-banyak, saling berbagi pasta daging sapi saus barbekyu, berebutan saus sambal, menggigit pingiran pizza, bercerita tentang hal-hal tidak penting panjang lebar, lalu saling pandang melalui cermin wastafel. Kami tidak ingin hari mengakhiri waktu-waktu seperti ini. Entahlah, kami hanya tidak ingin ini semua berakhir walaupun beberapa menit kemudian kami pun akhirnya benar-benar tiba di tempat di mana kami harus berpisah pulang. Dan saat punggungnya mulai menjauh, saya masih tetap menyadari satu hal, dia cantik hari ini. Dan satu hal lain yang saya tidak sadari: saya telah jatuh cinta (lagi) kepada dia.

Monday, December 7, 2009

Sebuah Konspirasi Lain di Dunia Musik Republik Ini: Ada Apa Dengan Dewa 19 & Yahudi?

Oleh: Hwadi. Di-copy via friendster blog.

Apakah benar Ahmad Dhani keturunan Yahudi? Mengapa dalam album-album grup musik Dewa 19 banyak simbol aneh? Apa yang sebenarnya terkandung dalam lirik2 lagu Dewa 19? Sebenarnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan pertanyaan2 diatas, tetapi setelah mencermati buku berjudul “Fakta & Data Yahudi di Indonesia” karangan Ridwan Saidi & Rizki Ridyasmara (Februari 2006) dan buku “Talmud, Kitab Hitam Yahudi Yang menggemparkan“ karangan M.A Syarkawi (cetakan edisi Indonesia, 2005). Saya merasa mempunyai beban moral untuk menyebarluaskan informasi ini kepada public, karena melihat sepertinya hanya kalangan tertentu di Indonesia yang paham tentang bahaya Yahudi. Dengan tulisan ini, saya berharap lebih banyak pihak yang concern.

Sebelum membahas tentang group musik Dewa, saya akan memberikan kutipan yang saya ambil dari buku (Talmud) diatas:

PERTAMA
Bangsa Lain Selain Yahudi adalah Bagaikan Binatang. Dalam Kitab Talmud Yerusalem halaman 94 disebutkan: “Air mani yang darinya tercipta bangsa-bangsa lain yang berada diluar agama yahudiadalah air mani kuda”. Dalam Midrash Talpioth (Vol 225d) dijelaskan bahwa kaum non Yahudi adalah hanya berbeda bentuk dengan binatang.

Kitab Zohar (I,131a) sejak adanya mereka, maka dari itu, semua manusia non Yahudi mengotori alam, karena roh mereka lahir dari bagian yang najis. Sanhendrin (74b) Tosepoth berbunyi: Hubungan seksual orang Goim (orang non Yahudi) adalah seperti hubungan seksual binatang.

Talmud, Kitab 6 Bab 8 butir ke 9: Sesungguhnya Talmud mewajibkan atas setiap orang yahudi untuk melaknat orang Kristen tiga kali dalam sehari, dan berdoa agar membasmi
dan menghancurkan raja-raja serta para pemimpin mereka. Juga diwajibkan kepada orang Yahudi untuk merampas harta mereka dengan cara apapun.

Strategi penyebarluasan simbol Yahudi di masyarakat kita ternyata sudah dalam tahap yang memprihatinkan. Simbol Yahudi tanpa sadar telah di gunakan pada aksesories, kaos, cover kaset, dll.

Kita sudah mengetahui bahwa sebuah simbol/gambar bisa berarti lebih dari seribu kata kata. Ternyata, salah satu grup musik papan atas di Indonesia yaitu DEWA telah secara konsisten menyebarkan simbol Yahudi dari mulai album pertama mereka DEWA 19 (1992), TERBAIK–TERBAIK (1995), THE BEST OF DEWA 19 (1999), BINTANG LIMA (2000), CINTAILAH CINTA (2002), ATAS NAMA CINTA I & II ( 2004), dan LASKAR CINTA (2004)

Simbol Yahudi dengan cerdik diletakkan dengan berbagai cara dan hanya bisa dilihat dengan cara cara tertentu. Ada yang dibuat terbalik, disamarkan, diputar, dan hanya bisa dibaca didepan cermin.

KEDUA
Bangsa Yahudi mempunyai rencana besar untuk menguasai seluruh umat manusia dimuka bumi, kemudian membuat mereka bertindak secara sadar atau tidak sadar menjadi pelayan Yahudi yang derajatnya dianggap sama dengan binatang.

KETIGA
Banyak strategi yang dilancarkan oleh kaum Yahudi yang berkedok Kemanusiaan, Dialog Lintas Agama, Hak Asasi Manusia, Bea Siswa, Penyebar luasan simbol Yahudi dll, yang semuanya merupakan tak-tik belaka untuk meraih tujuan akhir mereka.

Apakah benar Ahmad Dhani keturunan Yahudi?
Sebelum membahas lebih jauh tentang simbol, kita perlu ketahui siapa sebenarnya Ahmad Dhani Manaf, sang komadan grup musik ini. Dalam Album Laskar Cinta, Dhani menulis sebagai berikut: DHANI THANKS TO: JAN PIETER FREDERICH KOHLER (THANKS FOR THE GEN). Siapakah JAN PIETER FREDERICH KOHLER?




Merunut silsilah keluarga, pemilik nama tersebut ternyata ayah dari ibu kandung Ahmad Dhani, alias kakeknya. Ibunya sendiri bernama Joyce Theresia Pamela Kohler. Jan Pieter Frederich Kohler adalah orang Yahudi Jerman. Secara jujur Dhani berterima kasih atas gen Yahudi yang ia terima dari sang kakek. (THANKS FOR THE GEN). Bisa jadi karena kebanggaannya mewarisi gen dari opa-nya.

Mengapa dalam album–album grup musik Dewa 19 banyak simbol aneh?



Dhani sering tampil dipanggung dengan memakai kalung Bintang David (simbol Zionis-Israel).

Pada cover album pertama DEWA 19, terdapat gambar Piramida Tak Sempurna (Unfinished Pyramid). Piramida tersebut terpancung dibagian ujungnya. Lambang tersebut sudah dikenal luas sebagai salah satu lambang Yahudi ,lambang gerakan Masonis – salah satu organisasi Yahudi, dan juga lambang tsb pada uang 1 dollar Amerika. Dan untuk diingat, dalam mitologi Judaisme angka “19” dikenal sebagai “Dark Star” (Bintang Kegelapan).

Jika dicermati dengan seksama, cobalah untuk memperbesar gambar puncak pyramid yang ditutupi kabut (misalnya dengan program Windows Picture & Fax Viewer, puncak piramid itu di zoom-in (+) beberapa kali), maka terlihat di puncak piramid itu-walau agak samar, ada sesuatu yang tidak lancip, malah berwarna gelap yang cenderung berbentuk bulat yang bisa jadi merupakan bola, lingkaran, atau juga bisa sebuah mata



Dalam album “TERBAIK TERBAIK”, Pertama, secara jelas dimuat simbol Dewa Ra (Dewa matahari dalam mitologi Mesir Kuno). Dalam agama Yahudi (Judaisme) Dewa Ra diklaim sebagi salah satu Tuhan mereka. Pada Sinagog (rumah ibadah Yahudi) lambang ini lazim dipajang.



Kedua, terdapat pula lembaran satu Protocol Of Zions (Ayat-ayat Iblis) dalam bahasa Ibrani. Untuk menyamarkan, Protocol of Zions dalam cover album ini diletakkan secara terbalik horizontal. Yang sisi kiri dipindah kekanan dan sebaliknya. Untuk membacanya hadapkan dulu ke depan cermin.



Ketiga, terdapat foto empat personil Dewa tengah berdiri dibawah gambar lingkaran dengan satu titik di tengahnya (Circle with a dot), gambar ini dikenal sebagai symboll occultism/organ perempuan yang merupakan gerakan pemuja setan dan dianggap juga sebagai penjelmaan simbol mata setan(The Evil Eye). Berikut ini cuplikan dari Bulletin Masonis (organisasi Yahudi):
Since the Satanist worships the Sex Act, he must have a symbol of the female organ, to go along with male organ- the Obelisk. And , indeed, Satanist do have a symbol of the female organ – the Circle. And, when a point is added to the middle of the circle, you have the complete sex act, the male being the point and the female being the circle (Point With A Circle” Masonic Short Talk Bulletin, August, 1931, Vol.9,No.8, Reprinted July,1990, p.4)




Bagi anda pengguna Macromedia Fontographer 4.11/9/99. Anda bisa lihat Occult Symbol yang berpola huruf Ibrani, terdapat "circle with a dot” Dalam cover Album THE BEST OF DEWA 19 (1999), Pertama, Secara kasat mata ada dua lambang yang dimuat: adalah tulisan tangan italic yang ditumpuk jadi satu sehingga membentuk garis lurus. Satu garis horizontal, satunya lagi vertical, dan saling bersilangan seperti salib miring.

Cover berbentuk horizontal ini baru memiliki arti jika diberdirikan atau diputar 90 derajat kearah kiri (lihat tanda panah biru di sudut kanan bawah cover tsb, itu bukan sekedar gambar panah tapi suatu instruksi) agar ‘pesan’nya sampai. Dikepala salib terdapat gambar personil Dewa yang jika dicermati membentuk sebuah bulatan. Ini sama dengan symbol okultisme yang terdapat dalam lambang Dewa Horus.




Kedua. Juga dicover depan. Di sudut kiri bawah ada gambar kepala seorang gadis dengan rambut panjang terurai, dikepala si gadis seolah ada pusaran air. Jika diperbesar
maka akan terlihat bahwa “pusaran air” dan rambut si gadis itu sesungguhnya adalah mata dari Dewa Horus.



Ketiga, dipermukaan cakram digital (CD) juga berisi symbol okultisme Dewa Horus (juga ada tanda panahnya).

Keempat, dicover yang berisi lirik lagupun, jika di rotasi 90 derajat akan terlihat simbol yang sama. Garis putih yang ada diatasnya hanya sebagai pengelabuan, namun intinya adalah garis saling menyilang seperti salib dengan lingkaran di bagian atasnya.



Dalam cover Album BINTANG LIMA (2000), Gambar sayap dengan hati di tengah dimuat utuh dengan latar belakang empat personil Dewa. Simbol ini lajim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan perkumpulan Teosofie Yahudi. Ritual pengikut Teosofi biasanya mengadakan upacara pemanggilan arwah atau jin.



Dalam cover Album CINTAILAH CINTA (2002), Pertama, Cover depan album ini memuat secara menyolok simbol Eye of Horus. Horus adalah Dewa Burung dalam Mitologi Mesir Kuno yang diklaim sebagai salah satu dewa mereka.



Kedua. Dicover dalam juga ada simbol yang sekilas mirip mata, yang merupakan contekan habis salah satu simbol yang terdapat dalam buku The secrect Language of Symbol yang disarikan dari kitab Yahudi, Taurat. Simbol ini biasa disebut Femina Geni Vegia atau kelamin perempuan.

Ketiga, Dibagian lain juga ada gambar mata setan. Keempat, Dipiringan disc-nya jika dicermati bergambar kepala burung dengan simbol mata Horus. Yang merupakan salah satu simbol dari gerakan freemasonry.

Dalam cover Album CINTAILAH CINTA I & II (2004), lambang sayap yang merupakan lambang resmi Dewa dimuat dalam album live ini dengan latar belakang hitam kelam. Seperti hal nya Album Bintang Lima (2000), album ini juga mengunakan sayap simbol Teosofi dengan makna yang sama.



Album: LASKAR CINTA (2004), Inilah album ke tujuh Dewa yang akhirnya menjadi “batu sandungan” dan membuka selubung semua album-album dewa sebelumnya yang sarat dengan kampanye symbol dan lambang Yahudi Tipologi huruf “Laskar Cinta” yang dibalik, ternyata diambil dari huruf Ibrani (huruf yang digunakan dalam Kitab Yahudi)



Gambar siluet wajah Ahmad Dhani pakai peci dengan tulisan berpola Arabic bertuliskan “Ahmad”. Benarkah bertuliskan Ahmad? Mengapa huruf alif-nya ada cabang? Padahal alif itu lurus tidak bercabang. Jelas bukan suatu kekhilafan. Jika gambar itu dibalik 180 derajat , tulisan Arabic yang semula seakan berbunyi “Ahmad” menjadi huruf Arabic yang terdiri dari konsonan semua dengan huruf: YHWH, alias “YaHWeh, alias Tuhan Tertinggi Yahudi. Believe it or Not?



Apa yang sebenarnya terkandung dalam lirik2 lagu Dewa 19?
Pertama, Lirik kagu “Sweetest Place”adalah sebuah lirik penantian akan ratu adil, penantian akan datangnya sesuatu, yang bisa membuat kehidupan menjadi menyenangkan. Dan yang dinanti adalah:

MATA (I’am welcoming an eye | Into the darkest one | It tells me not to worry) Ratu adil itu adalah MATA. Menurut teologi Yahudi (Kabbala), The eye atau Mata merupakan mata Lucifer, Sang Pangeran Penguasa Kegealapan sekaligus Sang Penguasa alam raya.



Kedua. Dalam Album Laskar Cinta , ada sebuah lagu berjudul “SATU”. Syairnya bagaikan kerinduan yang teramat sangat seorang kekasih kepada pujaan hatinya. Benarkah?



Ternyata TIDAK. Syair lagu tersebut merupakan manifestasi dari paham sesat “Wihdatul Wujud” (bersatunya mahluk dengan pencipta). Adapun pada versi CD nya terdapat ucapan terima kasih kepada: Syekh Lemah Abang. Dibawah syair lagu tersebut pada versi kaset terdapat ucapan terima kasih kepada Al Hallaz.

Siapapun yang pernah membaca sejarah Walisanga pasti tahu bahwa Syekh Lemah Abang adalah nama lain dari Syekh Siti Jenar. Jika Syekh Siti Jenar diperintahkan untuk dipenggal kepalanya oleh Walisanga, bagaimana dengan Dewa? Tentu tidak demikian.

TAHUKAH ANDA ?
Kebencian Yahudi terhadap semua bangsa selainnya membuat mereka menganggap bangsa bangsa lain itu tidak pantas menyandang gelar “manusia”. Prioritas utama kebencian orang Yahudi adalah orang Kristen karenanya adanya dendam kesumat antara keduanya yang bersumber dari dasar-dasar kedua agama tersebut. Namun jika mereka kesulitan mendapatkan darah orang Kristen (untuk ritual mereka), maka darah orang Islam pun bisa dijadikan gantinya. Orang Yahudi biasa mengajari anak mereka sedari kecil untuk mengucapkan cacian jika melewati gereja, Yaitu: “sakis nadanisid bayadan nadi binikhi sharabrim ila yim“ artinya: “jadilah ini daerah haram tempat kotor untuk dua kotoran, dan tempat keji bagi orang–orang keji dan najis”.

Tulisan diatas bukan dibuat atas dasar kebencian atau kedengkian atau bermaksud mengadu domba. Melainkan atas dasar fakta.

Sumber. Lihat juga ini.

Untung saya fans Kangen Band, bukan Dewa 19. No Offense, anyway!

Monday, November 30, 2009

Ujung Aspal Pondok Gede



Di luar hujan sudah mengintip, winamp sedang playing satu jam bersama Iwan Fals, dan secangkir kopi anget masih sedang menunggu dihisap pelan-pelan. Gue sedang menikmati saat-saat seperti ini. Saat-saat di mana hanya ada udara dingin, alunan hits melankolis, bau khas tanah lembab, dan perasaan yang membaur jauh ke masa lalu. Nggak ada duanya, luar biasa.

Dan kenangan-kenangan menakjubkan waktu gue masih SD satu persatu mulai kembali tersaji. Pernah suatu saat gue pulang les, naik sepeda buru-buru ke ujung bukit lalu menengok hamparan ladang, pohon, jalan raya, dan diisi dengan latar belakang laut yang benar-benar biru. Perasaan semacam itu masih gue inget sampai sekarang.

Atau di lain momen, saat otak gue diserbu bertubi-tubi tanpa ampun oleh sesuatu yang mereka namakan cinta. Saat les sore di sekolah menjadi tempat saling curi pandang dan sama-samaan warna kaos, saat berjalan di depan rumahnya menjadikan jantung berdetak nggak karuan, saat gue menjadi rajin pinjem buku catetan dan nelfon di telefon koin pinggir jalan.

Indah ya, kenangan-kenangan SD kita. Saat kita nggak perlu tau apa itu Auditing Reports, nggak harus ngapalin Cash Flow, atau nggak perlu ngerti gimana caranya ngurus duit bulanan. Well, life must goin forward, rite.

Nb: Semoga orang yang jatoh di Grand Indonesia diterima di sisi-Nya. Amen.

Saturday, November 28, 2009

The Original Unpardonable Sins


Seorang Pepatah Arab pernah berkata, menyuruh orang melakukan sesuatu dengan diri kita sendiri tidak melakukannya adalah omong kosong yang sangat besar. Di sisi lain, sebuah quote dari manusia paling berpengaruh sepanjang sejarah di muka bumi, Muhammad SAW, mengajarkan kita untuk men-share ilmu yang kita punya, tidak peduli betapa pun sedikit ilmu tersebut. Dan saya sepertinya sedang berdiri di tengah-tengah konflik kedua pernyataan ini.

Well, sebelumnya mari kita buat agar post ini tidak kelihatan terlalu religius dengan tidak menggunakan istilah-istilah yang terlalu asing dan terlalu tipikal bagi pihak tertentu. Karena hal-hal yang terlalu religius tidak akan mencakup target yang luas, terutama di republik Indonesia raya merdeka ini, mengingat masih banyaknya manusia berpikiran sempit yang menganggap kepercayaan adalah sebuah tempat yang sempurna untuk saling mengolok dan menganggap rendah pihak lain dengan mengabaikan inti kebaikan yang ada di dalamnya. Jadi mari kita membuat sebuah kesepakatan untuk saling menjaga diri, ucapan, dan isi pikiran kita kepada pihak lain.

Entahlah, saya juga tidak begitu mengingat dengan jelas kapan dan bagaimana isi tempurung kepala saya dapat memikirkan pertanyaan ini. Namun, yang saya tahu, dia sudah begitu lama berdiam di sana lalu pelan-pelan mendesak untuk keluar dan ingin tersampaikan. Pernahkah Anda belajar tentang hal-hal yang mengakibatkan dosa Anda tidak akan pernah diampuni oleh Tuhan? Pernah? Ya ya, saya yakin sebagian besar dari Anda akan langsung merespon pertanyaan ini dengan memikirkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kemusyrikan: pergi ke dukun, ritual magis, kepercayaan kuno tentang tempat tertentu, merapal sederet mantera, atau bahkan ramalan nasib melalui bintang dan tanggal lahir. Sebenarnya pemikiran ini sama sekali tidak salah, hanya sedikit kurang berkembang saja. Oke, sekarang mari kita klarifikasi bagaimana seharusnya jawaban yang sedikit berkembang tersebut. Dan mungkin ada baiknya kalau kita mengelompokkan kriteria jawaban kita dalam dua kelompok besar: Hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan manusia.

Hubungan dengan Tuhan.

Anda punya account Facebook? Atau Twitter barangkali? Mungkin pacar? Okelah, kalau tidak ketiganya, setidaknya Anda pasti adalah orang yang memiliki ketertarikan yang luar biasa dengan hal tertentu. Pernahkah Anda sesekali berfikir bahwa hal-hal remeh temeh tentang kesenangan dan hobi tertentu ini akan membawa Anda ke dalam lubang neraka yang paling dalam, diam di sana, terpanggang pelan-pelan, selamanya? Kalau belum pernah, maka kita harus sedikit waspada dan berbenah. Apapun kepercayaan yang Anda anut, saya yakin akan mengajarkan kepada Anda untuk mencintai Tuhan secara total dengan tanpa syarat, atau dalam istilah lainnya 'menuhankan Tuhan', 'mengilahkan Ilah'. Saya cukup yakin kepercayaan Anda akan mengharuskan Anda untuk tidak menyekutukan Tuhan dengan suatu apapun. Tidak dengan Tuhan lain, tidak dengan apapun. Dan kesalahan seharusnya patut untuk ditujukan kepada sistem pembelajaran dan kurikulum Sekolah Dasar kita, mungkin, apabila memang kita hanya seorang manusia pencari kesalahan sejati. Sejak dini kita diajarkan tentang beriman kepada Tuhan namun dengan arti yang sangat harafiah dan teksbook, sehingga sampai sekarang ketika kita dihadapkan pada pernyataan Tiada tuhan selain Tuhan maka secara otomatis mindset kita akan mengartikannya dengan tidak menyembah pohon, tidak mengadu nasib dengan ramalan, atau malah dengan 'jangan banyak bertanya pokoknya Tuhan kamu ya itu yang di atas langit saja'. Dasar sekali. Dan dangkal sekali.

Dan ketika jaman berubah, usia menua, teknologi berkembang, lalu kita tidak sadar telah menyekutukan Tuhan dengan tuhan-tuhan lain serupa uang kertas, kekuasaan, harga diri, Facebook, Twitter, pacar, atau—bahkan yang paling tidak terpikirkan oleh kita—orang tua kita sendiri. Contoh paling mendasar yang kerap kita temui di dalam diri kita ketika iman kita sedang dalam kondisi paling lemah adalah menunda waktu ibadah kita dengan alasan-alasan tertentu yang dibuat-buat. Ironis memang, ketika kita mengetahui waktu untuk beribadah kita telah datang lalu dengan santainya kita melanjutkan hal remeh temeh seperti online di Facebook atau menelfon pacar dengan alasan 'nanti aja kan bisa'. Dan inilah yang disebut dengan menyekutukan Tuhan, tidak menuhankan Tuhan, dan berbuat musyrik. Ketika cinta kita terhadap sesuatu melebihi cinta kita terhadap Tuhan. Just be careful, guys.

Hubungan dengan Manusia.

Satu lagi sebuah bukti kelemahan sistem pendidikan kita adalah dengan tidak mengijinkan logika dan kreativitas turut campur di dalamnya. Pernahkah Anda berpikir ada hal lain yang dosanya tidak diampuni Tuhan selain berbuat musyrik? Tidak? Oh ya, Tuhan itu maha pengampun, tapi sayangnya ada sebuah hal yang tidak dapat diselesaikan dengan hanya bertobat, sebaik apapun tobat tersebut. Tuhan tidak akan mengampuni semua dosa kita kecuali kita telah berusaha semampu kita membuktikan bahwa kita pantas untuk diampuni. Ketika kita mempunyai kesalahan kepada orang lain, teman sejawat, rekan kerja, orang tua, dan semua manusia di muka bumi ini, sebenarnya urusan kita hanya akan terkait antara kita dengan orang lain tersebut. Ketahuilah bahwa Tuhan hanya akan memaafkan dosa kita saat orang yang pernah kita sakiti memaafkan kesalahan kita. Itu saja.

Ironisnya, kita kebanyakan tidak mengetahui apa kesalahan kita dan kepada siapa kesalahan itu kita lakukan. Dan perbuatan paling mendasar yang menjadi sumber dosa kita kepada orang lain adalah dengan mempergunjingkan keburukan mereka di belakang. Sebut saja Ghibah, Ngrasani, atau entahlah. Karena, sekali lagi, itu tidak akan terampuni sampai kita sendiri yang meminta maaf kepada pihak yang kita rugikan, entah itu menggunjing tentang artis yang kawin cerai, pejabat yang bermental busuk, personil band selera rendah, atau teman dekat. Sebuah quote menarik lainnya, sesungguhnya sebagian perkataan-perkataan yang Anda pikir lucu tersebut adalah hal yang akan membuat Anda jatuh ke dasar neraka paling dalam. Jadi, dengan ini saya turut meminta maaf kepada pihak-pihak yang kebetulan tersakiti hatinya akibat perbuatan saya di masa lalu dan pihak-pihak yang menjadi bahan gunjingan saya.

Saya tau sebagaimana dikatakan pepatah Arab di awal post ini, semua hal yang telah ada bisa menjadi lenyap tak berbekas apabila saya sendiri nyatanya tidak melakukan hal-hal yang saya telah sampaikan. Dengan tidak bermaksud menggurui dan tidak merasa lebih baik, saya harap kita bersama dapat mengambil pelajaran berguna di sini. Karena pepatah yang lain pernah berkata intan tetap intan walau berada di mulut anjing.

Friday, November 27, 2009

Mari Hidup Kembali Dari Mati Suri, Wahai Blogger Murtad

Ini adalah post pertama gue dengan menggunakan keypad Qwerty punya si Mini. Ya, finally gue bener-bener merealisasikan memboyong sebuah HP Mini 1030 (yang gue kasih nama Mini Jelek) dari pameran JCC beberapa waktu kemaren. Akhir-akhir ini gue memang nggak begitu produktif. Well, let say, kuliah menyita waktu gue banyak-banyak dengan segala macam presentase dan kerja kelompoknya. Bagus, ahirnya kuliah ini benar-benar berasa 'kuliah'. That's it.

Baiklah, pertama-tama mari kita dengan tulus ikhlas mengucapkan Selamat Idul Adha 1430 H. Semoga dengan adanya perayaan ini kita semakin dapat menyadari dan mensyukuri bahwa terciptanya kita sebagai seorang manusia adalah sebuah anugerah terbesar di dalam hidup ini. Karena kita tidak tercipta sebagai seekor kambing. Ngook!

Hari ini adalah tepat hari ke lima belas gue di usia yang ke dua puluh. Kata orang, menginjak umur kepala dua adalah masa-masa di mana kita dituntut menjadi lebih dewasa dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Dan kayaknya kriteria-kriteria kedewasaan itu belum begitu nampak di dalem diri gue. Yaa, umur boleh saja tua, tapi jiwa gue, tingkah gue, dan wajah gue teteup imut-imut beginiii. Huaaa. Siapkan tempat muntah!

Sebuah quotation menarik dari seorang pepatah: Manusia akan sangat kelihatan berwajah menawan pada umur ke dua puluh. Yes, gue sendiri yang bikin tuh quotation. Haha

Bounce to the main topic, kemaren gue menemukan sebuah selebaran menarik di dalem buletin Warta Kampus STAN tentang Blog Competition. Sebaiknya gue tampilin aja biar lebih afdol. Tadaa.



Renacananya sih acara ini akan diselenggarakan di bulan Februari ntar. Masih lama juga. Dan, gue juga nggak begitu tau pasti juga sih, tapi total hadiahnya dilansir senilai satu jeti IDR. Jadi, sodara-sodara blogger murtad STAN, marilah bangkit dari keterpurukan dan kemurtadan kita untuk sejenak meluangkan waktu dan buah pikiran kita dengan mengikuti even ini. Well, harusnya gue dapet royalti dikit-dikit karena ikut mempromosiin even ini dari pihak BEM. Heuheu.

Dan berhubung post ini adalah hasil jerih payah dengan tidak niat dari hati nurani gue yang paling dalam. Maka dengan bangga gue menyatakan bahwa post ini diakhiri dengan mengucap cukup sekian dan terima kasih. Sheep!